Menu

Tauhid : Ngaji Sifat 20 (2)

Ust Sadad: 📜 Ngaji Sifat 20

📝 Habib Usman bin Yahya

Halaqoh 3

Wujud

وُجُودٌ
Wujud (ada). Mustahil ‘adam (tiada).

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

Allah Yang Menciptakan langit dan bumi serta yang berada diantara keduanya… [QS. As Sajdah (32) : 4]

Tuhan haruslah Ada, mustahil Tuhan itu bersifat tidak ada. Sesuatu bisa disebut Ada, kalau ia ada dengan sendirinya. Sebab ‘Ada’ adalah kata aktif, bukan pasif. Jadi segala sesuatu yang ‘diadakan’ maka dia bukanlah Tuhan, sebab sifatnya ‘diadakan’, bukan ‘Ada’. Umpamanya ada orang lumpuh, dia dibantu dan digerakkan atau diposisikan sehingga ia berada pada posisi duduk. Maka sebenarnya ia tidak duduk akan tetapi didudukkan. Ketika ia ditopang oleh orang lain sehingga berada pada posisi berdiri, sebenarnya ia tidak berdiri, melainkan didirikan. Tuhan tidak diadakan. Tuhan itu Ada tanpa diadakan.

Tidak pantas jika kita menyembah sesuatu yang diciptakan. Tidak pantas jika manusia menyembah Isa as., Uzair as, patung, Fir’aun, pohon, dewa-dewa, jin, malaikat, dsb. Sebab mereka semua diciptakan. Sesuatu yang diciptakan bukanlah Tuhan. Justeru Tuhan itulah yang mencipta segala yang ada. Allah berfirman dalam Al Qur`an surah Al-Anbiya` ayat 30 yang artinya:

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? [Al-Anbiya`: 30]

Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan kabut. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. [Fushshilat: 11-12]

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. [Adz-Dzariyat: 47]

By Kajian Kitab Kuning
Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600
Ust Sadad: 📜 Kajian Kitab Kuning
📝 Habib Usman bin Yahya
♻ Halaqoh 5

بَقَاءٌ
Baqa` (Kekal). Mustahil binasa (fana) atau dihubungi/mengalami ketiadaan.

وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ

Dan kekal Dzat AllahYang mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan. [Ar Rahman (55) : 27]

Tuhan haruslah kekal, tidak mungkin Tuhan itu sementara. Allah Ada, Allah adalah Yang Akhir, ketika semua makhluq telah binasa, Allah tetap Ada. Allah tidak mengalami sakit, tidak mengantuk, tidak tidur, tidak lelah, apalagi binasa.

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. [QS. Al-Baqarah (2): 255]

والله اعلم بالصواب

Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600

asmaul husna

Ust Sadad:  Halaqoh 4 (rev)

📜 Kajian Kitab Kuning

📝 Habib Usman bin Yahya

Halaqoh 4

Qidam

قِدَمٌ

Qidam (Terdahulu). Mustahil huduts (baru) atau didahului oleh ketiadaan.

هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ

Dia Yang Awal dan Yang Akhir. [Al Hadid (57) : 3]

Tuhan haruslah yang terdahulu. Tuhan tidak didahului oleh ketiadaan. Sesuatu yang diawali dengan ketiadaan berarti sifat aslinya adalah tiada. Sedangkan kita sudah sepakat bahwa Tuhan itu sifat aslinya adalah ‘Ada’. Dia Ada karena Dia memang Ada, jika diawali ketiadaan, kemudian menjadi Ada, lalu siapa yang membuat dia menjadi ‘Ada’? Maka yang membuat menjadi ‘ada’ itulah Tuhan, dan Tuhan tidak mungkin diadakan. Tuhan haruslah Terdahhulu.

Maka tidak pantas kita menyembah sesuatu yang didahului oleh ketiadaan.

Rabb bukanlah alam semesta (makhluq) dan tidak terkandung dalam alam semesta (baik ruang maupun waktu).”

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. [QS. Al-Ikhlash (112): 3]

Dia Yang Awwal dan Yang Akhir. [QS. Al-Hadid (57) : 3]

Allah itu Wujud (Ada). Itulah Sifat Allah. Sedangkan ‘adam (tiada) bukanlah Sifat Allah. Allah tidak didahului ketiadaan. Ketiadaan itu ciptaan Allah. Apa yang selain Allah haqiqatnya (sebenarnya) tidak ada. Allah Ada walaupun makhluq belum diadakan. Allah bersifat Qidam (Terdahulu). Sedangkan makhluq adalah yang terkemudian. Manusia dan jin itu tidak ada. Lalu Allah menciptakan keduanya. Manusih yang diciptakan kafir dan ada yang diciptakan mu`min.

Maka patut bagi mu`min untuk bersyukur kepada Allah‘Azza wa Jalla yang telah menjadikan kita mu`min dan muslim dengan taufiqNya.

By Kajian Kitab Kuning

Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600
Ust Sadad: 📜 Ngaji Sifat 20
📝Habib Usman bin Yahya
♻ Halaqoh 6

Mukholafatu Lil Hawaditsi

مُخَالَفَةُ لِلْحَوَادِثِ

Mukhalafatu lil hawadits (Berbeda dengan yang baru). Mustahil Allah itu sama dengan yang baru.

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

Tiada yang serupa dengan Dia sesuatu pun. [Asy Syura (42) : 11]

Tuhan haruslah berbeda dengan alam semesta. Tidak mungkin Tuhan itu sama dengan ciptaan-Nya. Allah Mahakuasa, sedang makhluk adalah lemah, namun Allah yang memberi mereka kekuasaan.

Tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. [QS. Al-Ikhlash (112): 4]

Tiada yang serupa dengan Dia sesuatu pun. [QS. Asy-Syura (42): 11]

Dengan mempelajari sifat Allah, maka kita akan melihat betapa Kuasa Allah dan betapa lemahnya manusia. Kita akan melihat bahwa Allah memang berbeda dengan makhluqnya.

Maka patut bagi mu`min mu’taqad untuk bertasbih kepada AllahTa’ala

والله اعلم بالصواب

اخوكم انْوار مشدّت

Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600