Menu

KEUTAMAAN BERWUDHU (1)

Syaraful Ummah Al Muhammadiyah

📝 Sayyid Muhammad Al Maliki

♻ Halaqoh 1

KEUTAMAAN BERWUDHU – Hadits 1

مَنْ تَوَ ضَّأَ وَاَحْسَنَ الْوُضُوْءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ .

Rasulullah Saw. bersabda : “Barangsiapa berwudhu dan membaguskan wudhunya dengan sempurna, maka keluarlah dosa-dosa dari anggota tubuhnya, hingga yang terakhir keluar dari ujung jarinya.” (HR. Muslim)

wudhu

KEUTAMAAN BERWUDHU – Hadits 2

إِذَاتَوَضَّأَ الْعَبْدُالْمُسْلِمُ أَوِالْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلَّ خَطِيْئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنِهِ مَعَ الْمَاءِأَوْمَعَ اَخِرِ قَطْرِالْمَاءِ. فَاِذَاغَسَلَ يَدَ يْهِ كُلَّ خَطِيْئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْمَعَ اَخِرِقَطْرِالْمَاءِ. فَاِذَاغَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيْئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِأَوْمَعَ اَخِرِ قَطْرِالْمَاءِحَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّامِنَ الذُّنُوْبِ.

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda : “Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu, lalu membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya dosa-dosa yang telah dilakukan oleh matanya bersama air wudhu atau bersama tetesan air wudhu yang terakhir. Apabila membasuh kedua belah tangannya, maka keluarlah dari keduanya semua dosa yang telah dilakukannya bersama air wudhu atau bersama tetesan air wudhu yang terakhir. Dan apabila membasuh kedua belah kakinya, maka keluarlah dosa-dosa yang telah dilakukan oleh keduanya bersama air wudhu atau tetesan air wudhu yang terakhir, sehingga ia bersih dari dosa-dosa kecil.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra.)

KEUTAMAAN BERWUDHU – Hadits 3

مَامِنْكُمْ رَجُلٌ يُقَرِّبُ وَضُوْءَهُ فَيُمَضْمِضُ وَيَسْتَنْشِقُ فَيَنْتَثِرُ إِلَّا جَرَتْ خَطَايَاوَجْهِهِ وَفِيْهِ وَخَيَاشِيْمِهِ ثُمَّ إِذَاغَسَلَ وَجْهَهُ كَمَاأَ مَرَ هُ اللَّهُ إِلَّاجَرَتْ خَطَايَا وَجْهِهِ مِنْ أَطْرَافِ لْحِيَيْهِ مَعَ الْمَاءِ. ثُمَّ يَغْسِلُ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ إِلَّا جَرَتْ خَطَايَايَدَيْهِ مِنْ أَنَامِلِهِ مَعَ الْمَاءِ, ثُمَّ يَمْسَحُ رَأْسَهُ إِلَّا جَرَتْ خَطَايَارَأْسَهُ مِنْ أَطْرَافِ شَعْرِهِ مَعَ الْمَاءِ, ثُمَّ يَغْسِلُ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ إِلَّا جَرَتْ خَطَايَا رِجْلَيْهِ مِنْ أَنَا مِلِهِ مَعَ الْمَاءِ, فَاِنْ هُوَقَامَ فَصَلَّى فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ وَمَجَّدَهُ بِالَّذِىْ هُوَلَهُ أَهْلٌ, وَفَرَّ غَ قَلْبَهُ لِلَّهِ إِلَّا انْصَرَفَ مِنْ خَطِيْئَتِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.

Dari Abi Najih Amru bin Abasah bahwa Rasulullah Saw. bersabda :  “Tidak seorang dari kamu yang berwudhu, berkumur, dan menghirup air ke dalam hidung, lalu mengeluarkannya, melainkan keluar semua dosa dari mulut dan dari hidungnya. Kemudian jika membasuh mukanya sesuai dengan perintah Allah, maka larutlah dosa-dosa mukanya sampai ujung jenggotnya bersama-sama air. Kemudian jika membasuh kedua belah tangannya sampai siku-siku, maka larutlah dosa-dosanya dari ujung jarinya bersama-sama air. Kemudian apabila mengusap kepalanya, maka jatuhlah dosa-dosa kepalanya dari ujung rambut bersama-sama air. Dan apabila membasuh kedua belah kakinya sampai mata kaki, maka larutlah semua dosa kakinya dari ujung jarinya bersama-sama air. Kemudian jika ia salat sambil memuji dan mengagungkan Allah sebagaimana lazimnya dan membersihkan haatinya dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi Allah, maka keluarlah semua dosanya sebagaimana ia baru dilahirkan dari kandungan ibunya.”
(HR. Muslim)

Bersambung…

والله اعلم بالصواب

Edisi Ngaji Kitab Ulama

Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600

📜 Edisi Ngaji Kitab Ulama

📚 Syaraful Ummah Al Muhammadiyah

📝 Sayyid Muhammad Al Maliki

♻ Halaqoh 2

KEUTAMAAN BERWUDHU – Hadits 4

أَلَااَدُلُكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَاوَيَرْفَعُ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوْا : بَلَى يَارَسُوْلَ اللَّهِ. قَالَ : إِسْبَاغُ  الْوُضُوْءِعَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَاإِلَى الْمَسَا جِدِ وَانْتِظَارُالصَّلَا ةِ بَعْدَالصَّلَاةِ فَذَ لِكُمُ الرِّ بَاطُ فَذَ لِكُمُ الرِّبَاطُ.

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “Sukakah kamu saya tunjukkan apa yang dapat menghapuskan dosa dan meninggikan derajat?” Jawah mereka, “Baiklah, ya Rasulullah.” Nabi Saw bersabda, “Yaitu menyempurnakan wudhu pada masa-masa yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid, dan menantikan salat sesudah salat.itulah yang disebut mengikat diri untuk menanti salat agar dapat menempati garis depan.”
(HR. Muslim)

KEUTAMAAN BERWUDHU – Hadits 5

مَنْ تَوَضَّأَفَأَحْسَنَ وُضُوْءَهُ ثُمَّ قَالَ : أَشْهَدُأَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ . فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِا الثَّمَا نِيَةِ يَدْ خُلُهَا مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.

Keutamaan berdoa sesudah wudhu, Umar menjelaskan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda : “Tiada seorang dari kamu  yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian setelah berwudhu membaca ASYHADU AN LAA ILAAHAILLAAHU WAHDUHU LAASYARIIKA LAHUU WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASULUULUHU, ALLAAHUMMAJ-‘ALNII MINAT-TAWAABIINA WAJ-‘ALNII MINAL-MUTATHAHHIRIINA (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah saya termasuk orang-orang yang suka bertobat dan jadikanlah pula saya termasuk orang-orang yang suci), melainkan dibukakan baginya delapan pintu surga dan dipersilahkan ia masuk sesukanya.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Bersambung…

والله اعلم بالصواب

___✍🏻Anwar Musyaddat

Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600

 

📜 Edisi Ngaji Kitab Ulama
📚 Keutamaan Ummat Muhammad
📝 Sayyid Muhammad Al Maliki
♻ Halaqoh 3

KEUTAMAAN AZAN DAN KEMULIAAN MUAZIN – Hadits 1

لَايَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنُّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا شَىْءٌ إِلاَّ يَشْهَدُ لَهُ يَوْمَالْقِيَامَةِ. وَفِى رِوَايَةٍ : أَنَّهُ يَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ.

Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata bahwa Nabi Saw. bersabda : “Tiada mendengar suara azan, baik jin atau manusia atau lainnya melainkan semuanya akan menjadi saksi di hari kiamat nanti. “ (HR. Bukhari) Dalam riwayat lain, “Semua benda yang basah atau yang kering akan menjadi saksi.” (HR. Abu Dawud)

KEUTAMAAN AZAN DAN KEMULIAAN MUAZIN – Hadits 2

لَوْيَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوْا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوْ الَاسْتَهَمُوْاعَلَيْهِ.

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “Kalaulah manusia tahu keutamaan azan dan saf pertama dalam salat berjamaah, kemudian mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan jalan berundi, niscaya mereka mau berundi untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari)

KEUTAMAAN AZAN DAN KEMULIAAN MUAZIN – Hadits 3

Nabi meneruskan sabdanya, “Dan kalaulah mereka tahu tentang keutamaan salat Dzuhur dilakukan tepat pada waktunya, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan kalaulah mereka tahu tentang keutamaan salat Isya’dan Subuh dengan berjamaah, niscaya mereka akan datang untuk berjamaah meskipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari)

Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah

Bersambung…

والله اعلم بالصواب

___✍🏻Anwar Musyaddat

Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600
[3/22, 11:15 AM] Ust Sadad: 📜 Edisi Ngaji Kitab Ulama
📚 Keutamaan Ummat Muhammad
📝 Sayyid Muhammad Al Maliki
♻ Halaqoh 4

KEUTAMAAN AZAN DAN KEMULIAAN MUAZIN – Hadits 4

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى التَّأْ ذِيْنِ لَتَضَا رَبُوْ اعَلَيْهِ بِا لسُّيُوْفِ.

Abu Sa’id Al-Khudri ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda : “Andaikan manusia tahu tentang keutamaan menyerukan azan, niscaya akan terjadi baku hantam dengan pedang di antara mereka karena tertinggalnya azan. “ (HR. Ahmad)

KEUTAMAAN AZAN DAN KEMULIAAN MUAZIN – Hadits 5

يَدُالرَّحْمَنِ فَوْقَ رَ أْسِ الْمُؤْذِّنِ , وَاِنَّهُ لَيَغْفِرُ لَهُ مَدَ ى صَوْتِهِ أَيْنَ بَلَغَ.

Anas bin Malik ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda :
“Rahmat karunia Allah Yang Maha Penyayang itu selalu di atas kepala muazin. Dan muazin akan diampuni sejauh suara azannya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-awsath)

KEUTAMAAN AZAN DAN KEMULIAAN MUAZIN – Hadits 6

اَلْاِمَامُ ضَا مِنٌ وَالْمُؤْذِّنُ مُؤْ تَمَنٌ . اَللَّهُمَّ أَرْشِدِ الْأَ ئِمَّةَ وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِيْنَ.

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda : “Imam adalah orang yang bertanggung jawab, sedang muazin adalah orang yang terpercaya. Ya Allah, tunjukkanlah para imam ke jalan yang benar dan ampunilah dosa-dosa muazin.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Menurut riwayat Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah, dengan kalimat : FA-ARSYADALLAAHU AL-AIMMATA WA GHAFARA LIL-MUADZ-DZINIINA (Maka Allah selalu memberi petunjuk kepada para imam dan mengampuni dosa-dosa muazin).

Bersambung…

Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah

والله اعلم بالصواب

___✍🏻Anwar Musyaddat

Daftar # nama # asal
Kirim ke 085732125600